Penyebab Bau Mulut Saat Puasa

Bau mulut atau halitosis bisa menjadi masalah tersendiri dan membuat seseorang merasa kurang percaya diri. Bagaimana tidak, mulut kita merupakan gerbang masuknya makanan menuju tubuh dan juga menjadi gerbang keluarnya udara dari dalam tubuh serta memiliki fungsi yang sangat aktif dalam bersosialisasi sehari-hari. Setiap hari kita tersenyum, tertawa, dan berbicara dengan melibatkan organ ini dan di saat berpuasa, keterlibatannya pun tidak kalah penting.

Bau mulut saat puasa merupakan keluhan yang normal dijumpai. Drg. Aditya Pribadi, SpOrtho menjelaskan, “Bila dikaitkan dengan puasa, penyebab utama bau mulut karena lambung yang kosong untuk waktu yang lama dapat merangsang timbulnya aroma yang kurang sedap yang kemudian keluarkan melalui rongga mulut. Selain itu, berkurangnya produksi air liur (saliva) karena berkurangnya rangsangan makanan yang masuk. Saat saliva berkurang, bakteri dalam mulut pun jadi lebih banyak sehingga muncul bau mulut.”

Walaupun demikian, bukan berarti bau mulut saat puasa tidak bisa kita hindari. Ada beberapa tips sederhana yang bisa diikuti untuk menjaga agar mulut kita tetap bersih dan nafas terasa segar selama berpuasa. ”Selama bulan puasa sebaiknya kita memberikan perhatian ekstra dengan menyikat gigi secara rutin dua kali sehari di waktu yang tepat, yakni setelah makan sahur dan malam sebelum tidur. Hindari tidur setelah makan sahur dengan kondisi gigi dan mulut yang masih penuh dengan sisa makanan, tidak mengkonsumsi makanan dan minuman yang beraroma tajam, dan mengkonsumsi air putih setidaknya empat gelas ketika sahur dan empat gelas ketika berbuka. Selain itu, ada baiknya juga untuk memeriksakan kondisi kesehatan gigi dan mulut ke dokter gigi sebelum memasuki bulan suci Ramadhan,” saran drg. Aditya.

Pada dasarnya bau mulut biasanya disebabkan oleh tiga faktor utama. Faktor pertama yaitu dari dalam mulut seperti gigi berlubang, plak atau karang gigi dan gigi rusak/busuk. Faktor kedua datang dari luar mulut, seperti saluran pernapasan dan pencernaan. Faktor ketiga adalah konsumsi makanan dan minuman yang bisa meninggalkan bau.

Penelitian menunjukkan 85-90 persen penyebab bau mulut disebabkan oleh adanya kelainan rongga mulut, baik karies gigi maupun infeksi jaringan penyangga gigi. Selain itu, sisa makanan yang tertinggal di mulut dapat menyebabkan bau mulut. Ada ratusan spesies bakteri tinggal di mulut kita, dan sebagian besar dari mereka mencerna protein sehingga menghasilkan senyawa yang mengandung belerang yang mudah menguap dan menimbulkan bau mulut.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.